KISI KISI UTS KAB

Pertanyaan UTS KAB
1. Ruang Lingkup KAB,Definisi, proses, Pengertian?
2. Apa perbedaan KAB dan KLB?
3. Sebutkan Asumsi-Asumsi KAB?
4. Apa Fungsi KAB dan karakteristik?
5. Konsep Waktu dalam KAB, Apa yang dimaksud dengan Dimensi Orientasi dalam KAB?
Apa yang dimaksud dengan Futurisme?, Ada berapa Relasi menurut pendapat Arensbreg dan Niehoff (1964)
(Isi Jawaban)

1. Komunikasi antar budaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda kebudayaan, misalnya antara suku bangsa, etnik, ras, dan kelas sosial (Larry. A Samovar dan Richard E. Porter).
Komunikasi antar budaya adalah merupakan interaksi antarpribadi dan komuniasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda.
Ruang Lingkup KAB : Dalam masyarakat multikultur, pencapaian kebutuhan hidup tersebut mengalami berbagai hambatan budaya, seperti hambatan rasial, agama, etnis, kelas, hambatan gender. Jika seseorang ingin eksis, maka ia harus berjuang melawan hambatan tersesebut.
a. Komunikasi antar Rasial
b. Komunikasi antaretnik
c. Komunikasi antar agama
d. Komunikasi antar kelas
e. Komunikasi antar gender

Proses KAB –
a. Komunikator = yang memprakarsai (mengawali) komunikasi. Berkebudayaan “A”.
b. Komunikan = yang menerima pesan, tujuan/sasaran komunikasi. Menerima , meperhatikan, dan menerima secara utuh pesan. Berkebudayaan “B”.
c. Pesan = berisi pikiran, ide atau gagasan, perasaan yang dikirim komunikator dalam bentuk verbal/nonverbal.
d. Media = tempat saluran yang dilalui oleh pesan atau simbol yang dikirim melalui media tertulis, cetak , elektronik. Dua tipe saluran : Sensory channel (saluran sensoris) – yang dapat diterima melalui panca indera. Dan Instirutionalized means (saluran yang sudah sangat dikenal dan digunakan manusia. Misal percakapan tatap muka.
e. Efek/umpan balik = tanpa umpan balik atas pesan-pesan dalam komunikasi antarbudaya maka komunikator dan komunikan tidak dapat memahami ide, pikiran, dan perasaan yang terkandung dalam pesan tersebut.
f. Suasana (setting and content) = tempat (ruang, space) dan waktu (time) serta suasana (sosial, psikologis) ketika komunikasi antar budaya berlangsung.
g. Gangguan (noise / interferece) = yang menjadi penghambat laju pesan atau yang mengurangi makna pesan. Noise dari komunikator – komunikan = perbedaan status dan budaya, latar belakang pendidikan dan pengetahuan, keterampilan komunikasi. Noise dari pesan = perbedaan pemberian makna atas pesan verbal, perbedaan tafsir pesan nonverbal. Noise dari media = salah memilih media.

2. KAB lebih luas dalam membicarakan budaya sedangkan KLB hanya membicarakan khusus tetang budaya yang lebih jauh seperti dalam bentuk komunikasi yang dilakukan oleh orang sunda dan orang belanda.
Dalam KLB komunikasi masih tetap dilakukan oleh pelaku komunikasi yang berbeda latar belakang (budaya) yang sangat jauh. Dan memiliki tngkat ketidak pastian yang tinggi. Karena semakin besar deajat perbedaan antar budayanya, maka semakin besar pula kita kehilangan peluang untuk meramalkan suatu tingkat ketidakpastian.

3. Asumsi sebuah teori komunikasi antar budaya merupakan seperangkat pernyataan yang menggambarkan sebuah lingkungan yang valid tempat dimana teori-teori komunikasi antar budaya itu dapat diterapkan. Asumsi nya adalah :
a. Perbedaan persepsi antara komunikator dengan komunikan, hal ini disebabkan adanya perbedaan iklim budaya antara komunikator dan komunikan terhadap norma pola berfikir, struktur budaya, dan sistem budaya.
b. Dalam KAB terkandung isi dan relasi antar pribadi, isi (content) yang tidak berada dalam ruang yang terisolasi (bisa dalam berbagai macam pengertian). Dan Relasi yang memengaruhi bagaimana isi dan makna pesan dapat diinterpretasi.
c. Gaya Personal mempengaruhi komunikasi antarpribadi. Dapat diterangkan secara kognitif atau sosial. (dominansi, submisif, otoriter, demokratis, partisipatif, atau terbuka, menunggu, atau mendahului).
d. KAB bertujuan untuk mengurangi tingkat ketidakpastian tentang orang lain. Dengan cara : Pembentukan kesan, Tanggapan atas kesan, membuka diri dengan memberi atribusidan pengembangan kepribadian implicit.
e. Komunikasi Berpusat pada kebudayaan. Budaya tidak dapat dipahami tanpa mempelajari komunikasi dan komunikasi hanya dapat dipahami dengan memahami budaya yang mendukungnya.
f. Efektivitas antarbudaya merupakan tujuan komunikasi antarbudaya. Dengan cara membentuk relasi antara pelaku komunikasi, memanajemen komunikasi yang efektif, semangat kesetiakawanan, persahabatan,dll.

4. – Fungsi Pribadi
1. Identitas sosial = Menunjukkan ciri individu maupun kelompok sosial budayanya
2. Intergrasi sosial = menerima persatuan dan kesatuan budayanya namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang ada.
3. Kognitif (menambah pengetahuan) = untuk menambah pengetahuan antar budaya satu sama lain.
4. Melepas diri/jalan keluar = menciptakan hubungan yang komplementer (antara bawahan mengkuti atasan, yang lemah ikut yang kuat), dan Simetris (jika satu geleng2 kepala yang lain juga ikut geleng2 kepala)

– Fungsi Sosial
1. Pengawasan = untuk menginformasikan tentang lingkungan, biasanya di lakukan oleh media massa.
2. Sosialisasi nilai = untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan yang ada
3. Menghibur = melalui gerakan yang atraktif /menarik . sehingga orang lain tertarik dengan budaya tersebut.
4. Menjembatani = penengah atas perbedaan budaya yang ada

Fungsi tambahan adalah “mengurangi ketidak pastian”, maka untuk dapat dimengerti orang lain berikut caranya :
1. Menggambarkan (to description)
2. Meramalkan (to prediction)
3. Menjelaskan (to explanation)

5. A. yang di maksudkan dengan orientasi dan dimensi komunikasi antar budaya adalah posisi yang di ambil oleh setiap individu sebagai anggota budaya ketika dia berhadapan dengan suatu sasaran apakah itu situasi, lingkungan, obyek atau orang.
b. Futurisme adalah gerakan multidisipliner dalam telaah masa depan budaya

Orientasi terhadap waktu dalam KAB terbagi atas dua yakni, Monokronik (M -time) dan Polikronik (P – Time).
Mono Kronik (M-Time) = Tekanan pada jadwal, tepat waktu, waktu di anggap berjalan lurus dari arah masa lalu ke masa depan (linear), waktu sangat berharga, time is money, dituntut untuk disiplin, tertib, cermat,
Polikronik (P-Time) = cenderung berpikir waktu seperti siklus, waktu itu akan datang kembali, kalau berkomunikasi mengutamakan relasi, mengembangkan percakapan dengan basa-basi. Keterlambatan dan kelalaian untuk melakukan sesuatu pekerjaan merupakan hal biasa, karena waktu akan tersedia kembali untuk menuntaskan tugas tersebut. Penundaan bukanlah membuang-buang waktu sebagaimana yang dipersepsikan penganut waktu M, berani menunda waktu demi waktu baik.
Sebagai masyarakat dengan kebudayaan dengan konsep monokronik selalu mengatakan : segala sesuatu dilakukan tepat pada waktunya sebaliknya dalam kebudayaan polikronik akan mengatakan banyak hal dapat ditangani pada waktu yang sama dan waktu diatur dibawah relasi pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s