Kisi-kisi Komunikasi politik (pak afdal)

Pertanyaan Komunikasi Politik

  1. Apa yang dimaksud dengan Komunikasi Politik?
  2. Sebutkan 3 unsur utama dari komunikasi politik?
  3. Sebutkan Proses Komunikasi Politik?
  4. Sebutkan Fungsi Politik?
  5. Sebutkan Unsur-Unsur dari Komunikasi Politik?
  6. Sebutkan Perbedaan sistem Politik Orde Lama, Orde Baru dan era Reformasi?
  7. Apa yang dimaksud dengan opini publik?
  8. Sebutkan syarat terjadinya opini publik?
  9. Apa perbedaan antara Survei, Quick Count dan Exit pool?

( Isi Jawaban)

  1. Fagen dalam Zulkarimen Nasution mendefensikan komunikasi politik sebagai segala komunikasi yang terjadi dalam suatu sistem politik dan antara sistem tersebut dengan lingkungannya.

Sedangkan menurut Galnoor Komunikasi politik merupakan infrastruktur politik, yakni suatu kombinasi dari berbagai interaksi sosial dimana informasi yang berkaitan dengan usaha bersama dan hubungan kekuasaan masuk ke dalam peredaran

Cakupannya meliputi studi mengenai jaringan komunikasi (organisasi, kelompok, media massa, dan saluran-saluran khusus) dan determinan sosial ekonomi dari pola-pola komunikasi yang ada pada sistem yang dimaksud.

2. A. Organisasi Politik, b. Media, c. Warga Negara

3. Komunikasi politik  berlangsung sebagai suatu proses penyampaian pesan-pesan  tertentu yang berasal dari sumber (komunikator) kepada khalayak, dengan menggunakan media (channel) tertentu untuk mencapai tujuan yang tertentu pula .

Dalam sistem politik otoriter, komunikasi politik berlangsung secara satu arah dan bersifat top down.

Kemudian yang demokratis :

 

4. A. Artikulasi ( Memperjuangkan Kepentingan), b. Agregasi ( Pengambilan suara yang besar/ suara Parlemen) , c. Sosialisasi ( Mensosialisasikan Kebijakan) , d. Rekruitmen ( Memilih Anggota Legislatif)

Komunikator pihak yang memprakarsai (yang bertindak sebagai) penyampai pesan kepeda pihak lain. Atau mencerminkan pihak yang memulai dan mengarahkan suatu tindakan komunikasi. (politisi, komunikator profesional dan aktivis. –Nimmo)

Pesan, politik sebenarnya adalah  ”apa yang dikatakan” oleh komunikator politik. ”Apa yang dikatakan” dalam formula   Laswell tersebut intinya adalah pembicaraan. (simbol, kekuasaan, pengaruh, wewenang, konflik)

Media segala sesuatu pihak atau unsur yang memungkinkan sampainya pesan-pesan politik.

Khalayak (komunikan) pihak yang menjadi tujuan disampaikannya sesuatu pesan, penerima atau receiver atau audience.

 

6. Orde Lama          : Orde Lama bersifat liberal

Ada kebebasan berkumpul dan berserikat.

Tidak ada pembatasan pembentukan partai politik.

Partai Politik Peserta pemilu th 1955 lebih seratus partai politik

Orde Baru           : Bersifat sentralistik/Otoriter

  • Tidak ada kebebasan berkumbul dan berserikat
  • Pembatasan partai politik peserta pemilu: 1971 (10 partai), 1977-1997 (3 partai)
  • Pemilu tidak independen. Penyelanggara pemilu pemerintah.
  • Dwi Fungsi ABRI. Fungsi Pertahanan dan Politik
  • Tidak kebebasan berekspresi dan berpendapat.
  • Praktek komunikasi politik terbatas dan dikontrol oleh pemerintah
  • Kekuatan politik didominasi oleh Golkar dan ABRI
  • Sistem pemilu proporsional
  • Pemilihan presiden berlangsung secara perwakilan

Era Reformasi    : Bersifat liberal desentralisasi

  • Sistem pemilu proporsional terbuka
  •  Ada kebebasan berkumpul dan berserikat
  • Ada kebebasan berekspresi dan berpendapat
  • Praktek komunikasi politik berkembang dan bebas.
  • Dominasi partai di parlemen tidak lagi didominasi oleh satu partai politik.
  • Parlemen menjadi dua kamar ( bi cameral); DPR dan DPD.
  • Pemilihan Presiden, gubernur, walikota/bupati dipilih secara langsung
  • Pemilu berlangsung secara independen. Penyelenggara pemilu oleh KPU.
  • Ada mekanisme penyelesaian bila terjadi sengketa pemilu (MK)

 

7. Wiliam Albigh adalah suatu jumlah dari pendapat individu-individu yang diperoleh melalui perdebatan-perdebatan dan opini publik merpakan hasil interaksi individidu dalam suatu publik.

Pendapat umum ialah gabungan pendapat perseorangan mengenai suatu isu yang dapat memengaruhi orang lain, serta memungkinkan seseorang dapat memengaruhi pendapat-pendapat tersebut. Ini berarti pendapat umum hanya bisa terbentuk kalau menjadi bahan pembicaraan umum, atau jika banyak orang penting (elit) mengemukakan pendapat mereka tentang suatu isu sehingga bisa menimbulkan pro atau kontra di kalangan anggota masyarakat.

Pendapat umum adalah pendapat yang beredar di kalangan masyarakat terhadap suatu isu yang dipersoalkan oleh banyak orang. Pendapat umum sering kali dinilai sebagai pendapat atau kehendak orang banyak yang dinyatakan. Bisa dalam bentuk gosip, humor, saran / kritik yang tidak sampai.

 

8. Syarat terjadinya opini publik.

  1. Ada kerisauan pada masyarakat tentang suatu masalah
  2. Muncul publik pemerhati (masyarakat yang memerhatikan situasi politik)
  3. Muncul kelompok yang mengajukan pendapat bertentangan
  4. Kelompok penentang mulai bersatu dan mencari dukungan
  5. Terjadi perdebatan dan pembicaraan kontroversi
  6. Kelompok penentang mulai menghimbau kepada pemerintah
  7. Pihak yang berwenang mengambil keputusan

 

9. Survei ( Prediksi dari individu-individu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok)

Quick Count ( Penghitungan Suara dari perhitungan TPS)

Exit Pool ( suara yang diambil terhadap pemilih setelah pemilihan umum)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s