Kisi-kisi UTS Sosiologi Komunikasi

 

1.     Apa unsur-unsur komunikasi dalam kapasitas sosiologi komunikasi ?

Sosiologi : ilmu tentang masyarakat. Ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses-proses sosial, interaksi sosial, lembaga sosial, lapisan masyarakat, pola kekuasaan- kewenangan- kepemimpinan, dan perubahan sosial.

Komunikasi : ilmu yang mempelajari proses-proses sosial dari tindakan satu arah, dorongan berinteraksi, dan proses transaksi sosial.

Sosiologi komunikasi adalah suatu ilmu yang mempelajari ilmu komunikasi dari sudut sosiologis. Yang membahas tentang tinjauan sosiologis terhadap komunikasi baik sebagai aktivitas sosial, interaksi sosial, antara individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok maupun efek sosial dari komunikasi dalam masyarakat tersebut.

2.     Sudut pandang sosiologi ?

Sosiologi komunikasi adalah pengetahuan mengkaji tentang pola-pola masyarakat yang mengalami perubahan sosial tertentu setelah unsur -unsur masyarakat (individu dan kelompok) bersentuhan dan berinteraksi dengan unsur-unsur komunikasi seperti media , teknologi informasi, dan alat komunikasi lainnya. Dimana perubahan tersebut berdampak pada aspek-aspek sosial tertentu (seperti aspek perilaku sosial, pola sosial budaya, dan pranata sosial)

3.     Unsur-unsur sosiologi?

Internal

  • Objek Formal = aktivitas manusia dalam proses sosiologis, yakni pada proses sosial dan komunikasi
  • Objek materil = adalah manusia dan lingkungan sosialnya.

Eksternal

  • Mengaitkan proses sosial dengan lingkungan sekitar manusia yang umumnya dikaitkan dengan ruang publik.

4.     Kaitannya soskom dengan jurusan anda ?

Silahkan anda cari sendiri, disini jawabannya bukan mengarang bebas, namun juga disangkut pautkan dengan keterangan soal sebelumnya.

5.     Tahap-tahap interaksi sosial ?

Imitasi = pembentukan nilai melalui dengan meniru cara- cara orang lain atau meniru dengan sengaja cara2 tsb. Contoh : Seorang anak sering kali meniru kebiasan2 orang tuanya.

Identifikasi = menirukan dirinya menjadi sama dengan orang yang ditirunya, atau menempatkan obyek/individu dalam satu kelas, sesuai dgn ciri karakteristik tertentu. Contoh : Anak laki – laki cenderung lebih dekat  dan akrab dengan ayahnya  karna ia mengidentikkan ayahnya sebagai sesama laki-laki.

Sugesti = Proses yg menyebabkan orang lain bertingkah laku sesuai dgn keingininnya

Motivasi = mendorong utk berbuat atau bereaksi pd tujuan2 tertentu.  Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah satu bentuk motivasi  supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab.

Simpati = sikap rasa tertarik kepada orang atau obyek, yang timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan atas dasar perasaan atau kondisi emosi.

Empati = memproyeksi perasaan sendiri pada suatu objek/kejadian (obyek alami atau karya). Contoh jika kita melihat orang celaka sampai luka berat dan orang itu kerabat kita, maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka.

 6.     Asumsi-asumsi interaksi sosial ? (syarat terjadinya interaksi sosial)

Tindakan Sosial = tindakan individu yg dpt mempengaruhi individu2 lainnya (Instrumental = Tindakan yg dilakukan dgn memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan,contoh orang bkerja keras agar sukses; Berorientasi nilai = berkaitan dengan nilai2 nilai dasar masyarakat . Contoh :  sholat, oikumene; Tradisional = Tindakan  yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional . Contoh : bakar buku-abunya campur di segelas air- minum biar pintar; Ofektif : Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang/ kelompok orang berdasarkan perasaan/emosi. Contoh : tawuran)

Komunikasi Sosial. (berhubungan/bergaul dengan orang lain) Proses yang dilakukan dari komunikator ke komunikan. Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif . Contoh: Pesan yang disampaikan tdk jelas, berbelit – belit, bahkan mungkin sama sekali tdk dapat dipahami.Kontak Sosial = berdasarkan cara pihak2 yang berkomunikasi  ada kontak langsung (komunikator mengirim pesan ke komunikan langsung) dan tidak langsung (menggunakan pihak ketiga). Atau menurut Bungin (2008:56-57) :

  • Dalam bentuk proses sosialisasi antar orang per orang, prosesnya memungkinkan seseorang mempelajari norma-norma yang terjadi dalam masyarakat, juga memungkinkan terciptanya obyektivasi, atau interaksi sosial yang terjadi dalam dunia intersubyektif dan proses institusionalisasi.
  • Antara orang per orang dengan suatu kelompok masyarakat tertentu atau berlangsung sebaliknya.
  • Antara kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya dalam sebuah komunitas.
  • Antara orang per orang dengan masyarakat yang lebih luas (globalisasi) di dunia internasional.
  • Antara orang per orang, kelompok, masyarakat, dan dunia internasional, dimana kontak sosial terjadi secara simultan di antara mereka.

7.     Perbedaan interaksi sosial dan simbolik ?

Interaksi Sosial = Interaksi yang berbentuk verbal,

Interaksi Simbolik = Interaksi yang berbentuk nonverbal, pendekatan sosiologi komunikasi yang mengkhususkan pengamatannya berdasarkan makna di balik simbol-simbol interaksi yang nampak di permukaan.

8.     Pemahaman pranata dibidang tertentu ?

                Pranata sosial adalah sistem norma atau aturan-aturan yang mendasari aktivitas manusia ataupun masyarakat, yang sifatnya khusus ataupun memiliki karakter tersendiri, dimana kekhususannya umumnya dikaitkan dengan simbol-simbol tertentu dari lembaga yang melahirkannya.

Dalam kajian sosiologi, pembahasan tentang pranata sosial erat dikaitkan dengan studi sistem nilai dari kelembagaan ataupun organisasi tertentu yang berpengaruh besar terhadap perilaku individu dan pembentuk istitusi sosial.

9.     Fungsi-fungsi pranata ?

a)      Memberi pedoman bertingkah laku untuk memenuhi kebutuhan hidup

b)      Menjaga kebutuhan hidup masyarakat dari ancaman perpecahan (desintegrasi)

c)       Memberikan pegangan dalam hidup masyarakat dan menjadi kontrol sosial.

d)      Sebagai kontrol sosial media massa , dalam bentuk :

  • Sebagai alat Regulatif, pranata sosial di arahkan untuk mengatur dan membatasi aktifitas media massa yang dianggap menyimpang dari tata nilai dan hukum hidup bermasyarakat, serta mengerem berbagai kegiatannya yang dikuatirkan dapat merusak sistem yang lainnya (politik, ekonomi, pendidikan, agama, maupun sosial budaya).
  • Sedangkan sebagai alat Deregulatif, pranata sosial memberi kebebasan terhadap pengembangan aktifitas media massa dalam menyesuaikan dinamisasi masyarakat.
  • Dengan demikian, sebagai alat kontrol sosial, pranata dalam media massa tetap mengutamakan kedinamisan walaupun berada dalam situasi terkontrol. Wujud regulatif nya adalah :
    • UU no 40 tahun 1999 tentang kode etik jurnalistik
    • UU no 32 tahun 2002 tentang penyiaran (KPI)
    • UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik

Kontributor : Ridho Azlam (twitter) Hanifah (Twitter) Yogo (Twitter)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s