Kisi-Kisi UAS Psikom

Pengaruh situasional terhadap presepsi interpersonal :

  1. Deskripsi verbal : kata-kata tentang seseorang mempengaruhi presepsi kita terhadap orang tersebut. Penjelasan dari orang lain mempengaruhi penilaian kita untuk orang tersebut.

Contoh : Ketika seseorang berkata bahwa si A adalah orang yang baik, murah senyum dan ceria. Maka saya menafsirkannya dia adalah orang yang terbuka, ramah, dan menyenangkan.

  1. Deskripsi kinesik : petunjuk non verbal yang digagaskan dalam bentuk gerakan anggota tubuh yang berarti. Seperti gerakan menunduk, menggenggam tangan, berjalan pelan, dll. Bahkan petunjuk kinesik ini dianggap lebih penting bila dibandingkan dengan petunjuk lain (misal ucapan). KArena petunjuk ini lebih sukar dikendalikan secara sadar -tidak sadar oleh orang yang memberikan stimuli. Contoh : Jamal berjalan menunduk, keringat dingin, tidak berani menatap saya, dan berbicara terbata-bata. Saya beranggapan bahwa Jamal sedang menyembunyikan sesuatu sehingga takut kepada saya. Walaupun dia berkata bahwa tidak terjadi apa2.
  2. Deskripsi wajah : ekspresi emosi yang ditampilkan pada bentuk wajah. Petunjuk wajah memberikan stimuli yang dapat di andalkan. Tetapi walaupun bentuk wajah (facial) dapat mengungkap emosi, tidak semua orang dapat mempresepsika emosi itu dengan cermat. Ada yang sensitif dengan wajah itu ada pula yang tidak. Contoh : seseorang tampak muak kelihatannya, ketika kita melihat wajahnya berekspresi sorot mata tajam, alis mengkerut, mata melotot, mulut ditutup rapat.
  3. Deskripsi Proksemik : Jarak yang diciptakan individu atas hubungannya dengan individu lain sehingga menimbulkan kedekatan yang ada diantara mereka. Jarak tersebut terbagi atas 4 macam : Publik, Sosial, personal, akrab. Menurut Edward T Hall jarak juga dapat dipisah menjadi 3 macam. Jarak orang lain terhadap orang lainnya. Kita melihat teman kita sedang marah dengan pacarnya. Akan tetapi kita juga melihat bahwa teman kita malah sangat dekat dengan seorang wanita lain. Kita beranggapan bahwa dia sedang tidak harmonis dengan pacarnya, dan teman wanita tersebut tak sekedar teman biasa. Jarak orang lain terhadap kita. Hampir sama dengan yang pertama, namun hal ini dapat dicontohkan ketika atasan berbicara dihadapan kita di tempat duduk yang agak jauh, dan dipisahkan oleh meja yang lebar. Hal tersebut memberi kesan bahwa atasan kita merupakan orang yang tidak begitu terbuka. Akan tetapi berbeda bila dia dan kita duduk pada kursi yang sama, dan berbicara dengan leluasa. Jarak yang ketiga adalah bagaimana orang lain mengatur ruang. Hal ini dapat dilihat bila anda melihat kamar teman anda yang rapi dan bersih menandakan bahwa dia orang yang disiplin, suka dengan keindahan, dan rajin.
  4. Deskripsi Paralinguistik : bagaimana cara seseorang menggunakan lambang-lambang verbal. Lambang verbal disini dapat yang tertulis maupun tidak tertulis. Yang tertulis seperti bentuk tulisan. Tulisan yang rapih. Hal tersebut menunjukkan bahwa dia orang yang mencintai keindahan, telaten, dan tidak terburu-buru. Cara penulisan juga mempengaruhi, bagaimana caranya dia menuliskan kata-kata, menggunakan tinta merah mungkin orang tersebut sedang dalam keadaan yang sifatnya tidak formal, di ukir di atas batu agar pesan tersebut dapat dilihat oleh orang lain dengan jangka waktu yang panjang. Yang tidak tertulis seperti : intonasi, kualitas suara, volume suara, dan dialek. Seorang suku batak menggunakan dialek khususnya sehingga kita dapat mengenali asal sukunya. Anak kecil pun tahu bahwa orang yang menggunakan suara tinggi sedang dalam keadaan emosi yang sedang naik.
  5. Deskripsi artifaktual : Penampilan seseorang dapat mempengaruhi persepsi kita terhadap orang tersebut. Mulai dari gaya rambut,  pakaian, pangkat, kosmetik, tas, badge, dll.  Presepsi ditentukan berdasarkan pengalaman tentang pemahaman dari pemaknaan penampilan tersebut. Hal ini kadang menghasilkan sebuah stereotipe yang negatif bila terdapat seseorang yang berpenampilan yang sama karena dulunya kita memiliki pengalaman yang buruk dengan orang yang berpenampilan yang sama. Contoh : dulu saya pernah ditilang polisi dan membayar  denda yang sangat mahal. Sehingga hingga saat ini saya beranggapan polisi itu harus dihindari agar tidak didenda kembali.

Pengaruh personal

  1. Pengalaman : sebagai alat ukur  menguji kepekaan terhadap penafsiran ungkapan dari seseorang yang memberikan stimuli. Pengalaman menentukan kecermatan anda dalam mengartikan petunjuk stimuli. Pengalaman tidak selalu didapat dalam proses belajar formal, namun dapat juga didapat dari berbagai persitiwa sehari-hari. Seperti contoh seorang ibu yang dapat mengetahui keadaan sebenarnya dari anaknya daripada ayahnya. Lain halnya jika anaknya merupakan pembohong profesional.
  2. Motivasi : Muncul dari kebutuhan idividu yang membuat kita melakukan presepsi terhadap stimuli yang ada.Kita hanya mau mendengar apa yang kita ingin dengar, dan tidak akan mendengar jika kita tidak ingin. Contoh : bagaimanapun seorang ibu menasehati anaknya untuk belajar, apabila anaknya tidak mau mendengar ibunya malah mendengar musik, tetap saja anak tersebut tidak akan belajar.
  3. Kepribadian : sifat atau karakteristik pribadi seseorang mempengaruhi bagaimana presepsinya terhadap orang lain. Orang yang otoriter bila gagal cenderung menyalahkannya kepada orang lain , karena dia beranggapan strategi dia paling benar.

 

Faktor2 yang mempengaruhi Reaksi khalayak terhadap media massa:

  1. Perspektif perbedaan individu : setiap orang memiliki potensi bilogis, pengalaman, dan hidup dilingkungan yang berbeda. Sehingga reaksi dari media massa cenderung berbeda antar individu.
  2. Perspektif kategori sosial : Stimuli kelompok sosial seperti usia, jenis kelamin, pendapatan. Pekerjaan, status sosial, hingga agama. Sehingga dari kelompok sosial memberikan respon yang sama.
  3. Perspektif hubungan sosial : peranan hubungan sosial dalam mempengaruhi reaksi orang terhadapa media massa. Hal ini berkaitan dengan tahapan Two step flow of communication.

Tiga macam pengaruh kelompok :

  1. Konformitas : perubahan perilaku atau kepercayaan menuju norma kelompok sebagai akibat tekanan kelompok baik yang riil atau dibayangkan.
  2. Fasilitas sosial : subjek bukan saja diberitahu bahwa perlakunya diawasi namun juga di nilai oleh kelompok.
  3. Polarisasi : kecenderungan orang untuk berkeputusan lebih berani atau lebih takut didalam kelompok atau diluar kelokmpok ketika menghadapi suatu fenomena.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s